Mengapa Orang Kristen Perlu Membaca Perjanjian Lama dan Baru

Banyak orang Kristen memiliki kebiasaan membaca ayat-ayat favorit dari Perjanjian Baru, terutama yang berbicara tentang kasih, keselamatan, dan pengharapan di dalam Yesus Kristus. Namun, tidak sedikit yang jarang membuka Perjanjian Lama karena dianggap sulit dipahami, terlalu banyak hukum, atau berisi kisah-kisah yang terasa jauh dari kehidupan modern. Padahal, untuk memahami Alkitab secara utuh, orang percaya perlu membaca baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru.

Alkitab bukanlah kumpulan kitab yang berdiri sendiri-sendiri. Dari kitab Kejadian hingga Wahyu, seluruh isi Alkitab menyampaikan satu pesan besar tentang karya Allah dalam menciptakan, menebus, dan memulihkan manusia. Ketika seseorang hanya membaca salah satu bagian saja, ia berisiko kehilangan gambaran lengkap mengenai rencana keselamatan Tuhan yang dinyatakan sepanjang sejarah.

Alkitab Adalah Satu Kesatuan

Meskipun terbagi menjadi Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, Alkitab pada dasarnya adalah satu kesatuan yang saling melengkapi. Perjanjian Lama mempersiapkan jalan bagi kedatangan Mesias, sedangkan Perjanjian Baru menunjukkan penggenapan janji tersebut melalui Yesus Kristus.

Banyak tema penting dalam Perjanjian Baru sebenarnya berakar pada Perjanjian Lama. Tanpa memahami bagian awal Alkitab, pembaca akan kesulitan memahami makna berbagai pengajaran yang disampaikan oleh Yesus dan para rasul.

Ketika Yesus berbicara tentang Kerajaan Allah, korban, iman, dosa, dan keselamatan, semua istilah itu memiliki latar belakang yang sudah dijelaskan dalam Perjanjian Lama. Karena itu, membaca kedua bagian Alkitab membantu orang percaya memahami firman Tuhan secara lebih mendalam.

Perjanjian Lama Menunjukkan Dasar Rencana Keselamatan

Salah satu alasan utama mengapa orang Kristen perlu membaca Perjanjian Lama adalah karena bagian ini menjelaskan asal mula hubungan antara Allah dan manusia.

Di dalam Kitab Kejadian, kita menemukan kisah penciptaan dunia, kejatuhan manusia ke dalam dosa, serta awal mula janji keselamatan dari Allah. Sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa, Allah mulai menyatakan rencana-Nya untuk memulihkan hubungan yang rusak antara manusia dan Penciptanya.

Tanpa memahami peristiwa-peristiwa ini, seseorang mungkin mengetahui bahwa Yesus datang untuk menyelamatkan manusia, tetapi tidak sepenuhnya memahami mengapa keselamatan itu diperlukan.

Perjanjian Lama memberikan konteks yang menjelaskan:

  • Mengapa dosa menjadi masalah besar.
  • Mengapa manusia membutuhkan Juruselamat.
  • Bagaimana Allah bekerja melalui sejarah untuk menyiapkan kedatangan Mesias.
  • Mengapa pengorbanan Yesus begitu penting.

Perjanjian Lama Mengungkapkan Karakter Allah

Sebagian orang beranggapan bahwa Allah dalam Perjanjian Lama berbeda dengan Allah dalam Perjanjian Baru. Padahal, Alkitab menunjukkan bahwa Allah tetap sama dari dahulu hingga selama-lamanya.

Melalui Perjanjian Lama, kita melihat berbagai aspek karakter Allah:

Allah yang Kudus

Allah membenci dosa karena kekudusan-Nya sempurna. Hukum Taurat menunjukkan standar kekudusan yang Allah kehendaki bagi umat-Nya.

Allah yang Adil

Allah tidak mengabaikan kejahatan. Ia menegakkan keadilan dan memberikan konsekuensi atas dosa.

Allah yang Pengasih

Meskipun manusia berulang kali memberontak, Allah tetap menunjukkan belas kasihan dan kesetiaan-Nya.

Allah yang Setia

Sepanjang sejarah Israel, Allah terus memegang janji-Nya meskipun umat-Nya sering gagal menaati-Nya.

Ketika orang Kristen membaca Perjanjian Lama, mereka dapat melihat bahwa kasih Allah yang dinyatakan dalam Yesus Kristus bukanlah sesuatu yang muncul secara tiba-tiba, melainkan bagian dari karakter Allah yang telah dinyatakan sejak awal.

Perjanjian Baru Menunjukkan Penggenapan Janji Allah

Jika Perjanjian Lama berisi janji dan nubuat, maka Perjanjian Baru menunjukkan bagaimana semua itu digenapi.

Kedatangan Yesus Kristus bukanlah peristiwa yang terjadi tanpa persiapan. Ratusan tahun sebelumnya, para nabi telah menubuatkan tentang kelahiran, pelayanan, penderitaan, kematian, dan kemenangan Mesias.

Melalui Perjanjian Baru, orang percaya melihat bagaimana Allah menggenapi setiap janji-Nya dengan sempurna.

Yesus menjadi pusat dari seluruh kisah Alkitab. Kehidupan-Nya, kematian-Nya di kayu salib, dan kebangkitan-Nya membuka jalan keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.

Dengan membaca Perjanjian Baru, orang Kristen memahami bagaimana karya keselamatan itu berlaku dalam kehidupan mereka saat ini.

Yesus Sendiri Menghargai Perjanjian Lama

Ada anggapan bahwa karena hidup di bawah kasih karunia, orang Kristen tidak perlu lagi membaca Perjanjian Lama. Namun, pandangan ini tidak sesuai dengan ajaran Alkitab.

Yesus sendiri sering mengutip Perjanjian Lama dalam pengajaran-Nya. Ketika menghadapi pencobaan di padang gurun, Ia menjawab menggunakan firman Tuhan dari kitab-kitab Perjanjian Lama.

Bahkan setelah kebangkitan-Nya, Yesus menjelaskan kepada murid-murid-Nya bahwa berbagai bagian dalam Taurat, kitab para nabi, dan Mazmur berbicara tentang diri-Nya.

Jika Yesus menganggap Perjanjian Lama penting, maka orang percaya juga seharusnya memberikan perhatian yang sama terhadap bagian tersebut.

Banyak Pelajaran Iman Berasal dari Perjanjian Lama

Perjanjian Lama dipenuhi dengan kisah nyata yang memberikan pelajaran berharga bagi kehidupan rohani.

Kita belajar tentang:

  • Iman Abraham yang mempercayai janji Allah.
  • Ketaatan Musa dalam memimpin bangsa Israel.
  • Keberanian Daud menghadapi Goliat.
  • Kesetiaan Rut di tengah kesulitan.
  • Hikmat Salomo dalam memimpin.
  • Ketekunan Ayub saat menghadapi penderitaan.

Kisah-kisah ini bukan sekadar cerita sejarah. Semua itu memberikan teladan yang relevan bagi orang percaya dalam menghadapi tantangan kehidupan modern.

Perjanjian Baru Mengajarkan Kehidupan Orang Percaya

Selain menunjukkan karya keselamatan Kristus, Perjanjian Baru juga memberikan petunjuk praktis bagi kehidupan sehari-hari.

Melalui surat-surat para rasul, orang Kristen belajar tentang:

  • Hidup dalam kasih.
  • Mengampuni sesama.
  • Menjaga kesatuan jemaat.
  • Menghadapi pencobaan.
  • Bertumbuh dalam iman.
  • Menjadi saksi Kristus.
  • Menantikan kedatangan Tuhan.

Ajaran-ajaran ini membantu orang percaya menjalani kehidupan yang sesuai dengan kehendak Allah di tengah dunia yang terus berubah.

Membaca Kedua Perjanjian Memperkuat Iman

Salah satu manfaat terbesar membaca seluruh Alkitab adalah memperkuat keyakinan terhadap kebenaran firman Tuhan.

Ketika seseorang melihat bagaimana nubuat dalam Perjanjian Lama digenapi dalam Perjanjian Baru, ia dapat memahami bahwa Allah bekerja secara konsisten sepanjang sejarah.

Kesatuan pesan Alkitab yang ditulis oleh banyak penulis dalam rentang waktu ribuan tahun menunjukkan bahwa firman Tuhan memiliki sumber ilahi yang sama.

Pemahaman ini memberikan dasar iman yang kokoh dan membantu orang percaya tetap teguh menghadapi berbagai tantangan hidup.

Membaca Seluruh Alkitab Membawa Pertumbuhan Rohani

Pertumbuhan rohani tidak terjadi hanya dengan mengetahui beberapa ayat populer. Orang percaya membutuhkan pemahaman yang menyeluruh mengenai firman Tuhan.

Membaca Perjanjian Lama membantu memahami dasar iman Kristen, sementara membaca Perjanjian Baru menunjukkan bagaimana iman tersebut dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Semakin seseorang memahami keseluruhan Alkitab, semakin ia mengenal hati Allah, memahami kehendak-Nya, dan mampu menerapkan firman Tuhan dalam setiap aspek kehidupan.

Cara Memulai Membaca Perjanjian Lama dan Baru

Bagi yang baru memulai, membaca seluruh Alkitab mungkin terasa menantang. Karena itu, pendekatan yang teratur sangat membantu.

Beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan:

  1. Mulailah dengan Injil Yohanes untuk mengenal Yesus Kristus.
  2. Bacalah Kitab Kejadian untuk memahami dasar sejarah Alkitab.
  3. Luangkan waktu membaca Mazmur sebagai sumber doa dan penyembahan.
  4. Pelajari Kisah Para Rasul untuk melihat perkembangan gereja mula-mula.
  5. Bacalah Amsal untuk memperoleh hikmat praktis dalam kehidupan sehari-hari.
  6. Gunakan catatan atau jurnal untuk mencatat pelajaran yang diperoleh.
  7. Berdoalah sebelum membaca agar Roh Kudus memberikan pengertian.

Dengan konsistensi dan kerinduan untuk belajar, pemahaman terhadap firman Tuhan akan bertumbuh dari waktu ke waktu.

Kesimpulan

Orang Kristen perlu membaca Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru karena keduanya merupakan satu kesatuan yang mengungkapkan rencana Allah bagi umat manusia. Perjanjian Lama menunjukkan dasar sejarah keselamatan, karakter Allah, serta janji tentang Mesias. Perjanjian Baru mengungkapkan penggenapan janji tersebut melalui Yesus Kristus dan mengajarkan bagaimana orang percaya hidup dalam iman.

Membaca hanya salah satu bagian Alkitab akan membuat pemahaman menjadi tidak lengkap. Sebaliknya, ketika seseorang mempelajari seluruh Alkitab, ia akan melihat keindahan karya Allah yang berlangsung dari awal penciptaan hingga penggenapan akhir zaman. Melalui firman-Nya, Tuhan membentuk iman, memperbarui hati, dan memimpin setiap orang percaya untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Recommended For You

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *