Pendahuluan
Bagi banyak orang yang baru mengenal Alkitab, memahami perbedaan antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru sering kali menjadi tantangan. Tidak sedikit yang bertanya, mengapa Alkitab dibagi menjadi dua bagian besar? Apakah keduanya memiliki pesan yang berbeda? Apakah Perjanjian Lama masih relevan bagi orang Kristen saat ini?
Pertanyaan-pertanyaan tersebut sangat wajar, terutama bagi pemula yang baru mulai membaca Alkitab. Karena itu, penting untuk menjelaskan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru dengan cara yang sederhana, mudah dipahami, dan tetap sesuai dengan ajaran Alkitab. Dengan pemahaman yang benar, seseorang akan melihat bahwa kedua bagian Alkitab ini saling melengkapi dan bersama-sama menyatakan rencana keselamatan Allah bagi manusia.
Artikel ini akan membantu Anda memahami cara menjelaskan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kepada pemula secara jelas dan sistematis.
Apa Itu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru?
Secara sederhana, Alkitab terdiri dari dua bagian utama, yaitu Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.
Perjanjian Lama berisi catatan tentang hubungan Allah dengan bangsa Israel sebelum kedatangan Yesus Kristus. Bagian ini mencakup penciptaan dunia, sejarah bangsa Israel, hukum Taurat, kitab-kitab hikmat, dan nubuat para nabi.
Sementara itu, Perjanjian Baru berfokus pada kehidupan, pelayanan, kematian, dan kebangkitan Yesus Kristus serta perkembangan gereja mula-mula setelah kenaikan-Nya ke surga.
Cara paling mudah menjelaskannya kepada pemula adalah dengan mengatakan bahwa Perjanjian Lama merupakan persiapan menuju kedatangan Mesias, sedangkan Perjanjian Baru adalah penggenapan dari janji keselamatan tersebut melalui Yesus Kristus.
Mengapa Disebut "Perjanjian"?
Kata "perjanjian" dalam Alkitab merujuk pada hubungan atau kesepakatan yang Allah buat dengan umat-Nya.
Dalam Perjanjian Lama, Allah membuat berbagai perjanjian dengan tokoh-tokoh seperti Nuh, Abraham, Musa, dan Daud. Perjanjian-perjanjian tersebut menunjukkan kasih, janji, dan tuntunan Allah bagi umat-Nya.
Sedangkan dalam Perjanjian Baru, Allah mengadakan perjanjian yang baru melalui Yesus Kristus. Keselamatan tidak lagi bergantung pada pelaksanaan hukum Taurat semata, tetapi diberikan melalui iman kepada Kristus yang telah mati dan bangkit bagi manusia.
Dengan kata lain, Perjanjian Baru bukanlah penghapusan Perjanjian Lama, melainkan penggenapannya.
Cara Sederhana Menjelaskan kepada Pemula
Salah satu metode terbaik adalah menggunakan ilustrasi sebuah cerita besar.
Bayangkan Anda sedang membaca sebuah novel yang terdiri dari dua bagian.
Bagian pertama memperkenalkan tokoh-tokoh, latar belakang, konflik, dan berbagai petunjuk tentang apa yang akan terjadi. Itulah gambaran Perjanjian Lama.
Kemudian bagian kedua menghadirkan tokoh utama yang selama ini dinantikan, menyelesaikan konflik, dan menggenapi semua petunjuk yang sebelumnya diberikan. Itulah gambaran Perjanjian Baru.
Dalam Alkitab, tokoh utama tersebut adalah Yesus Kristus.
Perjanjian Lama menunjuk kepada-Nya, sedangkan Perjanjian Baru menceritakan kedatangan dan karya-Nya bagi keselamatan dunia.
Pendekatan ini biasanya sangat membantu pemula memahami hubungan antara kedua bagian Alkitab tersebut.
Isi Utama Perjanjian Lama
Untuk menjelaskan Perjanjian Lama kepada pemula, Anda dapat membaginya ke dalam beberapa bagian besar.
1. Kitab-Kitab Taurat
Lima kitab pertama Alkitab:
- Kejadian
- Keluaran
- Imamat
- Bilangan
- Ulangan
Bagian ini berisi penciptaan dunia, kejatuhan manusia ke dalam dosa, kisah para leluhur Israel, dan hukum yang diberikan Allah melalui Musa.
2. Kitab Sejarah
Kitab-kitab ini menceritakan perjalanan bangsa Israel dari memasuki Tanah Perjanjian hingga masa pembuangan.
Di sini kita belajar bagaimana Allah tetap setia meskipun umat-Nya sering tidak taat.
3. Kitab Hikmat dan Puisi
Termasuk:
- Ayub
- Mazmur
- Amsal
- Pengkhotbah
- Kidung Agung
Bagian ini berisi doa, pujian, hikmat hidup, dan refleksi tentang hubungan manusia dengan Allah.
4. Kitab Nabi-Nabi
Para nabi diutus Allah untuk menegur umat-Nya dan menyampaikan janji tentang Mesias yang akan datang.
Banyak nubuat dalam kitab-kitab nabi kemudian digenapi dalam kehidupan Yesus Kristus.
Isi Utama Perjanjian Baru
Setelah menjelaskan Perjanjian Lama, lanjutkan dengan memperkenalkan struktur Perjanjian Baru.
1. Injil
Terdiri dari:
- Matius
- Markus
- Lukas
- Yohanes
Keempat kitab ini menceritakan kehidupan, ajaran, mukjizat, kematian, dan kebangkitan Yesus.
Meskipun ditulis oleh penulis yang berbeda, semuanya berfokus pada Yesus sebagai Juruselamat.
2. Kisah Para Rasul
Kitab ini menjelaskan bagaimana gereja mula-mula berkembang setelah Yesus naik ke surga.
Di dalamnya terdapat kisah pelayanan para rasul dan penyebaran Injil ke berbagai wilayah.
3. Surat-Surat Rasul
Sebagian besar ditulis oleh Rasul Paulus.
Surat-surat ini memberikan pengajaran tentang iman Kristen, kehidupan gereja, keselamatan, kasih, dan pertumbuhan rohani.
4. Kitab Wahyu
Kitab terakhir dalam Alkitab yang berisi penglihatan tentang kemenangan Allah dan penggenapan rencana-Nya pada akhir zaman.
Hubungan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru
Kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap kedua bagian Alkitab ini terpisah.
Padahal keduanya saling berkaitan erat.
Perjanjian Lama memberikan dasar bagi Perjanjian Baru. Sebaliknya, Perjanjian Baru membantu kita memahami makna terdalam dari Perjanjian Lama.
Seorang teolog pernah menggambarkannya seperti ini:
"Perjanjian Lama adalah Perjanjian Baru yang tersembunyi, sedangkan Perjanjian Baru adalah Perjanjian Lama yang disingkapkan."
Artinya, banyak simbol, nubuat, dan gambaran dalam Perjanjian Lama menemukan penggenapannya di dalam Yesus Kristus.
Misalnya:
- Anak domba Paskah menunjuk kepada Kristus sebagai Anak Domba Allah.
- Imam besar menggambarkan pelayanan Yesus sebagai Imam Besar yang sempurna.
- Korban penghapus dosa menunjuk kepada pengorbanan Kristus di kayu salib.
Ketika pemula memahami hubungan ini, mereka akan melihat kesatuan pesan Alkitab dari awal hingga akhir.
Apa Perbedaan Utama Keduanya?
Meskipun saling berhubungan, terdapat beberapa perbedaan penting yang dapat dijelaskan secara sederhana.
Fokus Utama
Perjanjian Lama berfokus pada persiapan kedatangan Mesias.
Perjanjian Baru berfokus pada kedatangan dan karya Mesias tersebut.
Tokoh Sentral
Perjanjian Lama banyak menampilkan tokoh-tokoh seperti Abraham, Musa, Daud, dan para nabi.
Perjanjian Baru berpusat pada Yesus Kristus dan para rasul.
Bentuk Perjanjian
Perjanjian Lama menekankan hukum yang diberikan kepada Israel.
Perjanjian Baru menekankan keselamatan melalui kasih karunia Allah dalam Kristus.
Lingkup Pelayanan
Perjanjian Lama terutama berkaitan dengan bangsa Israel.
Perjanjian Baru memperluas kabar keselamatan kepada seluruh bangsa.
Mengapa Orang Kristen Tetap Perlu Membaca Perjanjian Lama?
Banyak pemula bertanya mengapa mereka harus membaca Perjanjian Lama jika sudah ada Perjanjian Baru.
Jawabannya sederhana: karena Perjanjian Lama adalah bagian dari Firman Allah.
Tanpa memahami Perjanjian Lama, seseorang akan kehilangan banyak konteks penting untuk memahami ajaran Yesus dan para rasul.
Perjanjian Lama membantu kita mengenal:
- Karakter Allah.
- Sejarah keselamatan.
- Asal mula dosa.
- Janji tentang Mesias.
- Dasar-dasar iman Kristen.
Selain itu, banyak kutipan dalam Perjanjian Baru berasal dari Perjanjian Lama. Karena itu, keduanya tidak dapat dipisahkan.
Cara Membantu Pemula Membaca Alkitab
Jika Anda sedang membimbing seseorang yang baru mengenal Alkitab, beberapa langkah berikut dapat membantu.
Mulai dari Injil
Banyak orang merasa lebih mudah mengenal iman Kristen dengan membaca Injil Markus atau Yohanes terlebih dahulu.
Melalui kitab-kitab tersebut, mereka dapat langsung mengenal pribadi Yesus.
Jelaskan Gambaran Besarnya
Jangan langsung fokus pada detail yang rumit.
Bantu mereka memahami alur besar Alkitab:
- Penciptaan
- Kejatuhan manusia
- Janji keselamatan
- Kedatangan Kristus
- Gereja
- Penggenapan akhir zaman
Gunakan Bahasa Sederhana
Hindari istilah teologis yang terlalu rumit.
Gunakan contoh sehari-hari agar lebih mudah dipahami.
Hubungkan dengan Kehidupan Nyata
Tunjukkan bahwa Alkitab bukan hanya buku sejarah.
Firman Tuhan berbicara tentang kehidupan, pengharapan, pengampunan, kasih, dan keselamatan yang masih relevan hingga hari ini.
Kesalahan yang Perlu Dihindari Saat Menjelaskan
Ketika menjelaskan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kepada pemula, hindari beberapa kesalahan berikut:
Menganggap Perjanjian Lama Tidak Penting
Hal ini dapat membuat seseorang kehilangan pemahaman yang utuh tentang Alkitab.
Terlalu Fokus pada Detail Sulit
Pemula tidak perlu langsung mempelajari topik-topik teologis yang kompleks.
Mulailah dari dasar yang sederhana dan mudah dipahami.
Memisahkan Keduanya Secara Berlebihan
Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru bukan dua cerita yang berbeda.
Keduanya merupakan satu kisah besar tentang karya keselamatan Allah.
Mengabaikan Kristus
Tujuan utama membaca seluruh Alkitab adalah mengenal Allah melalui Yesus Kristus.
Karena itu, selalu arahkan pembahasan kepada karya Kristus sebagai pusat keseluruhan Alkitab.
Kesimpulan
Menjelaskan Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru kepada pemula tidak harus rumit. Cara terbaik adalah menunjukkan bahwa Alkitab merupakan satu kisah besar tentang kasih dan rencana keselamatan Allah bagi manusia. Perjanjian Lama mempersiapkan kedatangan Mesias, sedangkan Perjanjian Baru mengungkapkan penggenapan janji tersebut melalui Yesus Kristus.
Ketika seseorang memahami hubungan antara kedua bagian Alkitab ini, mereka akan melihat bahwa seluruh Kitab Suci memiliki satu tema utama, yaitu karya Allah untuk menebus manusia dari dosa dan membawa mereka kepada keselamatan. Dengan pemahaman tersebut, membaca Alkitab menjadi lebih bermakna, terarah, dan membangun iman.